Mari Mengenal SURGA

Surga adalah tempat terbaik bagi orang-orang yang bertaqwa

Sahabat GQ, pernahkah kita memehami lebih dalam tentang surga ?

Berikut ini sifat-sifat surga yang menjadi tempat terbaik bagi orang-orang bertaqwa (dengan harapan kita semua tertarik untuk memasukinya dan bersemangat melaksanakan amal perbuatan yang menjadi wahana menuju tempat mulia nan penuh kenikmatan tersebut) :

  1. Sifat dan Keadaan Surga.

Bangunan, tanah dan bahannya

Rasulullah saw. bersabda, ”Aku disuruh masuk surga. Ternyata di dalamnya terdapat butir-butir mutiara dan tanahnya beraroma kesturi.” (HR Bukhari-Muslim)

Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, ”Bangunan surga dari batu-batu bata yang terbuat dari perak dan emas. Tanah pelekat dindingnya adalah kesturi, batu-batuannya adalah mutiara dan yaqut. Sedangkan debunya dari minyak komkoma. Orang yang memasukinya pasti senang dan tidak menderita kesusahan. Ia kekal dan tidak akan mati.”

Cahaya dan kecemerlangannya

Ibnu Abbas ditanya, ”Apakah tanah surga itu?”

Beliau menjawab, ”Marmer putih dari mutiara laksana kaca.”

Beliau ditanya lagi, ”Bagaimana cahayanya?”

Beliau menjawab, ”Apa yang kamu lihat pada saat kau berada sebelum matahari terbit, itulah dia cahayanya. Hanya saja, di sana tidak ada sengatan panas matahari atau dingin yang mencekam.” (HR Bukhari)

Kamar-kamar dan istananya

Nabi saw. bersabda, ”Sesungguhnya di surga terdapat bilik-bilik yang luarnya terlihat dari dalam dan dalamnya terlihat dari luar.”

Seorang Arab Badui yang berdiri seraya bertanya, ”Ya Rasulullah, untuk siapakah itu.”

Beliau menjawab, ”Untuk orang yang suka memberikan makan kepada orang lain, selalu bertutur kata yang manis, membiasakan berpuasa, dan shalat malam di saat orang lain tertidur lelap.” (HR Tirmidzi)

Aromanya

Nabi saw. bersabda, ”Barangsiapa membunuh nyawa seorang kafir yang memiliki ikatan perjanjian dan memiliki hak perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya, maka berarti ia telah  merusak perlindungan Allah, dan kelak pada hari Kiamat tidak akan dapat mencium aroma surga. Padahal aroma surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan selama tujuh puluh tahun.”

  1. Penghuni Surga

Tempat tinggalnya

Allah Ta’ala berfirman, ”Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi bimbingan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (Muhammad: 4-6)

Ibnu Abbas berkata, ”Mereka lebih mengenal tempat tinggalnya di surga daripada orang-orang yang pulang ke rumahnya seusai shalat Jum’at.”

Umur, tinggi badan, dan akhlaknya

Rasulullah saw. bersabda, ”Para penghuni surga akan masuk surga dengan wajah licin. Wajah mereka tampan dengan mata bercelak sebagaimana pemuda berusia 33 tahun.” (HR Tirmidzi).

Rasulullah saw. bersabda, ”Setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam, dengan tinggi badan 60 hasta.”

Mengenai akhlak mereka, Allah Ta’ala berfirman,

Dan Kami cabut segala rasa dendam yang berada dalam dada mereka, sedang mereka merasa sebagai saudara.” (Al-Hijr: 47)

Tingkat yang tertinggi dan terendah

Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya tingkat surga yang terendah adalah  tingkatan di mana orang bisa melihat taman-tamannya, isteri-isterinya, pelayan-pelayannya, dan ranjang-ranjangnya sepanjang perjalanan 1000 tahun. Dan yang termulia dari mereka di sisi Allah adalah orang yang melihat wajah Allah setiap pagi dan petang.” (HR Tirmidzi)

Seruan kegembiraan

Rasul saw. bersabda, ”Ada yang berseru, ‘Kini tiba saatnya bagimu untuk sehat selalu dan tidak akan pernah sakit untuk selamanya. Kini tiba saatnya bagimu untuk hidup selalu dan tidak akan mati untuk selamanya. Kini tiba saatnya bagimu untuk muda selalu dan tidak akan tua selamanya. Kini tiba saatnya bagimu untuk senang selalu dan tidak pernah susah selamanya.” (HR Muslim)

  1. Pepohonan, buah-buahan, dan sungai-sungai surga

Pepohonan dan naungannya

Rasulullah saw. bersabda, ”Di surga terdapat pepohonan yang naungannya tidak berakhir dilintasi oleh pengendara selama seratus tahun.” (HR Bukhari-Muslim)

Buah-buahannya

Nabi saw. bersabda, ”Apabila seseorang memetik satu buah surga, buah itu akan muncul kembali dalam sekejap.” (HR Thabrani)

Ibnu Abbas berkata, ”Buah-buahan surga itu bagaikan kendi dan timba. Warnanya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih lunak dari mentega.”

Tanamannya

Nabi saw. bersabda, ”Seorang lelaki penghuni surga meminta izin kepada Allah Ta’ala untuk bercocok tanam. Allah bertanya, ‘Bukankah kamu telah mendapatkan semua yang kamu inginkan?’ Lelaki itu menjawab, ‘Betul, tetapi aku ingin bercocok tanam.’ Lalu lelaki itu memilih benih dan menanamnya. Dalam sekejap mata, benih itu tumbuh dan menghasilkan buah yang sangat banyak, bagaikan gundukan gunung. Allah Ta’ala berfirman, ‘Ambilah, hai bani Adam! Engkau memang tidak pernah merasa kenyang.’” (HR Bukhari)

Sungai-sungai dan mata airnya

Allah Ta’ala berfirman, ”Di dalam kedua surga itu terdapat dua mata air yang memancar.” (Ar-Rahman: 66)

Anas ra. berkata, ”Maksudnya, memancarkan minyak kesturi dan anbar ke rumah-rumah penghuni surga seperti memancarnya air hujan ke rumah penduduk dunia.”

Allah Ta’ala berfirman, ”….Mengalir di bawah mereka sungai-sungai…..” (Al-A’raf: 43)

Ini menunjukkan beberapa hal: —adanya sungai-sungai di surga merupakan hakikat— sungai-sungai itu mengalir, tidak diam. Sungai-sungai itu berada di bawah bilik-bilik, istana, dan kebun para penghuni surga.

  1. Makanan, minuman, dan pakaian penghuni surga

Makanan dan minumannya

Rasulullah saw. bersabda, ”Penghuni surga makan dan minum tanpa beringus, buang air besarm atau buang air kecil. Makanan yang mereka santap akan berubah menjadi peluh seperti tetes-tetes kesturi. Mereka mengalunkan tasbih dan takbir seiring dengan irama napas.” (HR Muslim)

Diedarkan kepada mereka piring-piring dan piala-piala dari emas…” (Az-Zukhruf: 71)

Pakaian dan permadaninya

Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, duduk berhadap-hadapan.” (Ad-Dukhan: 53)

Mereka bertelekan pada bantal-bantal hijau dan permadani-permadani yang indah.” (Ar-Rahman: 76)

Para pelayannya

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara-mutiara yang bertaburan.” (Al-Insan: 19)

  1. Isteri penghuni surga

”…Dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 25)

Maksud dari isteri-isteri yang disucikan adalah suci dari haidh, buang air kecil, buang air besar, nifas, dan setiap kotoran yang dialami wanita di dunia. Batinnya suci dari akhlak yang buruk, lidahnya suci dari kata-kata kotor, dan pandangannya tidak ditujukan kepada lelaki selain suaminya. Pakaiannya pun suci dari segala kotoran.

Nabi saw. bersabda, ”Seandainya perempuan surga muncul ke dunia, niscaya bau harumnya menyebar ke seluruh penjuru dan akan menyinari segala yang ada di antara bumi dan langit. Kerudung penutup kepalanya jauh lebih baik dari dunia seisinya.” (HR Bukhari)

Ummu Salamah ra. berkata, ”Ya Rasulullah, ceritakan kepadaku tentang bidadari surga!”

Nabi saw. menjawab, ”Bidadari surga matanya besar dan berwarna putih kemerah-merahan.”

Ummu Salamah ra. berkata lagi, ”Ceritakan kepadaku tentang ayat, ”Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70)

Nabi saw. menjawab, ”Yakni baik akhlak dan cantik rupa.”

Ummu Salamah ra. bertanya lagi, ”Bagaimanakah tentang ayat, ”Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaff: 49)

Nabi saw. menjawab, ”Kelembutan mereka seperti lembutnya selaput dalam telur yang menempel di kulit luarnya.”

Ia berkata lagi , ”Jelaskanlah kepadaku tentang ayat, ”Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Al-Waqi’ah: 37)

Nabi saw. menjawab, ”Mereka yang meninggal dunia dalam usia tua akan kembali terang penglihatannya. Allah menjadikan mereka sebagai dara-dara jelita yang penuh rasa cinta dengan umur yang sebaya.”

Ia berkata lagi, ”Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih utama, perempuan dunia ataukah bidadari?”

Nabi saw. menjawab, ”Tentu perempuan dunia karena ia menunaikan shalat, puasa dan ibadah lainnya. Allah memancarkan cahaya di wajahnya dan membungkus tubuhnya dengan sutera.”

Ia berkata lagi, ”Ya Rasulullah, di dunia ini ada perempuan yang dua kali bersuami, bahkan ada yang lebih. Bagaimana nanti di surga?”

Nabi saw. menjawab, ”Ia disuruh memilih suami dan akan memilih yang paling baik akhlaknya ketika di dunia.” (HR Thabrani)

  1. Masyarakat penghuni surga

Bersenang-senang dengan mendengarkan senandung bidadari surga

Adapun orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih maka mereka di dalam taman surga bergembira.” (Ar-Rum: 15)

Ibnu Jarir berkata bahwa yang dimaksud dengan bergembira adalah asyik mendengarkan. Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya di surga terdapat sekelompok bidadari yang mengalunkan suara yang belum pernah didengar para makhluk di dunia. Mereka bersenandung, ”Kami kekal dan tidak akan binasa, kami selalu bergembira dan tidak akan pernah berduka, dan kami selalu ridha dan tidak akan pernah murka. Sungguh beruntung orang-orang yang menjadi milik kami dan yang memiliki kami.” (HR Tirmidzi)

Saling mengunjungi di antara mereka

Rasulullah saw. ditanya, ”Ya Rasulullah, apakah penduduk surga itu saling mengunjungi?”

Nabi saw. menjawab, ”Ya, yang berada di tingkat lebih tinggi berkunjung kepada yang berada di tingkat bawah, dan bukan sebaliknya. Adapun mereka yang saling mencintai karena Allah, dapat berkunjung ke semua tempat sesuai dengan keinginan mereka. Mereka mengendarai unta dengan membawa permadani tebal.” (HR Thabrani)

Pasar surga

Rasulullah saw. bersabda, ”Di surga terdapat pasar yang dikunjungi para penghuninya setiap hari Jum’at. Maka angin utara menerpa wajah dan pakaian mereka hingga wajah mereka bertambah tampan. Sekembalinya mereka ke rumah, berkatalah isteri-isterinya, ‘Demi Allah, kamu bertambah tampan.’ Mereka pun menjawab, ‘Kamu pun semakin cantik.’” (HR Muslim)

  1. Melihat Allah Ta’ala di surga

Dalam shahih Muslim diceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Ketika para penghuni surga memasuki surga, Allah Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan tambahan dari-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah wajah kami sudah Engkau cemerlangkan? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Lalu Allah menyingkap hijab sehingga tidak ada sesuatu pun yang lebih mereka cintai daripada melihat wajah Tuhan mereka. Lalu beliau membaca ayat, ”Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah).” (Yunus:26)

  1. Keabadian surga

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain) sebagai karunia yang tidak putus-putusnya.” (Hud: 108)

Dalam hadits diriwayatkan, ”Dikatakan kepada Ahli surga, ‘Hai penghuni surga, kalian akan kekal dan tidak akan mati untuk selamanya’.” (HR Bukhari-Muslim)

Semoga kita senantiasa dikuatkan oleh Allah Ta’ala dalam menjaga iman dan taqwa hingga akhir hayat kita husnul khatimah dan dikumpulkan oleh Allah Ta’ala di Surga-Nya..

aamiin

Alhamdulillaah., 90 Santri PPTQ GQ TP. 2017/2018 diwisuda

Dengan izin Allah SWT, alhamdulillah 90 santri PPTQ Griya Qur’an Indonesia telah sukses diwisuda, banyak diantara wisudawan/wati mendapatkan prestasi Akademik Sekolah maupun prestasi Tahfizhul Qur’an.

24 Sya’ban 1439 H/10 Mei 2018 merupakan salah satu hari bersejarah bagi keluarga besar PPTQ Griya Qur’an Indonesia, sebab saat itu telah dilaksanakan wisuda santri jenjang akhir PPTQ Griya Qur’an seluruh cabang.

Wisuda santri GQ dilaksanakan di PPTQ Griya Qur’an I Klaten, dan dihadiri oleh para tokoh undangan dan pejabat pemerintah., diantaranya disambut langsung oleh Drs. H. Wahib, M.Pd.I. selaku Kasi PD Pontren KEMENAG Klaten.

Semoga semakin bertambahnya waktu, PPTQ Griya Qur’an Indonesia semakin berjaya dalam membina umat, berbekal Al-Qur’an Membangun Indonesia. Sukses di dunia sampai di akhirat kelak.. in sya Allah.

Aamin Ya Rabbal ‘Aalamiin

 

 

Alhamdulillaah.. Ahad, 5 November 2017 Masjid PPTQ GQ telah diresmikan

Sambutan dari Bp. Santoso selaku Kepala Desa Juwiran, Juwiring, Klaten
Sambutan dari Ust. M. Badawi mewakili pengurus Yayasan Lentera Qur’ani – PPTQ Griya Qur’an
Sambutan dan nasehat dari Syaikh Muhammad Ahmad Dahyuuh dari perwakilan pengurus WAMY Saudi Arabia

Sausana peresmian Masjid Amal Ash-Shidiq PPTQ Griya Qur’an I Klaten