Tarhib Ramadhan GQ 1438 H bersama KH. Anwar Jufri, Lc

Subhanallah wal hamdulillah, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan PPTQ GRIYA QURÁN melaksanakan agenda kajian akbar “Tarhib Ramadhan” yang menghadirkan pembicara KH. Anwar Jufri Lc (Direktur Sekolah Haji & Umrah). Kegiatan ini dilaksanakan di masjid ASH-SHIDIQ PPTQ GRIYA QURÁN I Klaten yang sedang dibangun (proses pembangunan sekitar 80 %).

Banyak sekali pelajaran penting yang dapat diambil dalam kesempatan tersebut, diantaranya adalah hendaknya kita menjadi muslim/muslimah yang bermental tangan di atas bukan yang bermental tangan di bawah.

Marilah kita persiapkab bekal yang cukup, dalam rangka menyongsong bulan suci Ramdhan sehingga in sya Allah kita mampu menjadi pribadi yang bertaqwa., sukses dan selamat di dunia hingga akhirat..

in sya Allah.

Fadhilah SHOLAT SUBUH

Fadhilah Shalat Shubuh

(Oleh : Ust. Drs. Muhammad badawi)

Allah SWT berfirman :

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” ( Al Isra’ : 78).

Alhamdulillah wa sholatu wa salam ála Rasulillah Saw,

Apabila kita perhatikan dilingkungan sekitar, tidak sedikit yang merasa berat melaksanakan shalat Shubuh, saat kebanyakan manusia masih terlelap. Padahal keutamaan shalat Shubuh sungguh sangat banyak dan dahsyat. Adapun fadhilah shalat Subuh di antaranya yaitu :

  1. Shalat Shubuh Berhubungan dengan Pembagian Rezeki

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya :

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (Ath Thalaq : 2-3)

  1. Shalat Shubuh Sebanding dengan Shalat Malam semalam suntuk

”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)

  1. Shalat Shubuh Membedakan Antara Mukmin dengan Munafik

Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)

  1. Shalat Shubuh adalah penyelamat dari neraka

Nabi SAW bersabda,

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)

Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat Shubuh dan Ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.

  1. Shalat Shubuh adalah penyebab orang masuk surga

Nabi SAW bersabda,

“Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga”

Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.

  1. Shalat Subuh disaksikan malaikat

“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka – ’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab, ’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)

  1. Shalat subuh adalah kunci kemenangan kita

“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.

Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan ,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”

Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama banyak jamaahnya dengan shalat Jumat.”

  1. Mendapat perlindungan Allah

“Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” (HR. Ibnu Majah). Hadits shohih.

  1. Lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.

“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)

 

Persiapkan Diri, Sambut Bulan Suci

LIMA (5) PERSIAPAN MENYAMBUT

BULAN SUCI RAMADHAN

(oleh : Ust. Joko Susilo, S.Pd.I.)

  Sahabat yang baik,  in sya Allah sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan hadir kembali semoga kita dapat mempersiapkan diri dan menjalaninya dengan maksimal. Berikut ada 5 tips sederhana dalam menyambut bulan suci Ramadhan :   

  1. Persiapan Hati (keimanan)

Mempersiapkan iman sangatlah penting, sebab ia mampu mewujudkan motivasi dalam diri yang tidak dapat dibeli dengan apapun. Allah SWT berfirman dalam Al-Qurán surat Al-Baqarah ayat 183-185 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah : 183-185). Dari Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :”Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barang siapa nenegakkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari & Muslim) Adapun contoh sederhana mempersiapkan keimanan yaitu ; kita cek dan tingkatkan kembali iman kita dengan memperbanyak amal shalih (khatam membaca Al- Qurán, memperbaiki sholat, perbanyak muhasabah diri sendiri, dll) sebelum datang bulan Ramadhan, sehingga saat Ramadhan tiba kita telah siap dengan penuh keimanan semata-mata ikhlas karena Allah SWT .

  1. Persiapan Akal & Pikiran (ilmu)

Banyak sekali dalil-dalil kewajiban dan keutamaan berilmu, ilmu merupakan bekal yang sangat penting dalam setiap aktivitas kehidupan kita. Demikian pula ilmu tentang Ramadhan yang mengupas tuntas secara lengkap tentang fiqihnya. Dengan ilmu in sya Allah kita mampu melaksanakan dan menyempurnakan amal ibadah selama Ramadhan dengan benar. Tanpa ilmu yang cukup kita akan acuh tak acuh bahkan sekedar ikut-ikutan saja. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap muslim/musilmah wajib menuntut ilmu, agar kita tidak tersesat.

  1. Persiapan Jasmani (Kesehatan)

Sahabat sekalian, setelah kita mempersiapkan iman dan ilmu tenyata masih belum cukup jika kondisi fisik kita tidak sehat. Secara manusiawi, tentu tanpa kesehatan jasmani kita tidak akan berdaya dalam melaksanakan amal ibadah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan. (HR.Muslim (no. 2664) ; Ahmad (II/366, 370); Ibnu Mâjah (no. 79, 4168); an-Nasâ-i).

  1. Persiapan Harta (finansial)

Dengan adanya harta yang mencukupi dapat menunjang dan memudahkan kita dalam beribadah baik di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan yang lain. Seperti dengan uang kita mampu membeli pakaian yang menutup aurat, mukena, peci, sajadah, Al-Qur’an, buku-buku positif, dll Namun yang tak boleh terlupa adalah kita siapkan harta yang halal dan baik, jangan pernah sekalipun mencari / memakan harta haram walaupun sedikit. Islam tidak melarang kita menjadi orang yang kaya raya, yang penting dengan kekayaan tersebut hendaknya menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT. Bahkan Rasulullah Saw mengejarkan doá : “Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur”. (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42)

  1. Menentukan Rencana & Target (agenda pribadi) selama bulan Ramadhan

Dengan adanya rencana & target yang jelas in sya Allah akan memudahkan kita dalam melangkah menuju pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagai contoh :  Selama Ramadhan saya harus khatam membaca Al-Qurán minimal sekali/dua kali, memperbanyak hafalan Al-Qurán, mempelajari buku-buku Islam, bersedekah sekian rupiah setiap harinya, lebih berbakti kepada kedua orang tua, ikut beri’tikaf di masjid, dst. Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Hasyr : 18) “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra’du : 11) Semoga kita semua mampu memanfaatkan waktu dengan baik dan tepat, sehingga dapat menjadi pribadi yang beruntung di dunia dan di akhirat in sya Allah. Sahabat, mudah-mudahan tulisan sederhana ini  dapat memberikan motivasi dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan nanti. Mudah-mudahan kehidupan kita senantiasa istiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan hingga akhir hayat kita nanti, dan semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita. aamiin..

Kondisi Terbaru Pembangunan Masjid ASH-SHIDIQ PPTQ GQ – Mei 2017

Alhamdulillah saat ini perkiraan proses pembangunan masjid sudah berjalan 75 %,

terimakasih jazaakumullah khair kami haturkan kepada segenap donatur yang telah berkenan mewakafkan hartanya untuk membangun Rumah Allah SWT ini.

Mari bersama tuntaskan pembangunan ini sehingga dapat segera digunakan oleh segenap para santri, asatidz maupun masyarakat, aamiin